Perintah-perintah go
Kenali perintah go yang dipakai sehari-hari.
Pahami konsepnya
Semua alur kerja Go berpusat pada satu binary: perintah go. Yang paling sering dipakai: go run untuk menjalankan cepat saat mengembangkan, go build untuk menghasilkan binary, dan go test untuk menjalankan pengujian.
Perintah pendukung yang sama penting: go fmt memformat kode, go vet memeriksa pola mencurigakan, go mod mengelola dependensi, go get menambah pustaka, go install memasang binary, go doc membaca dokumentasi, dan go help menjelaskan semuanya.
Berbeda dari ekosistem bahasa lain, tidak ada build tool pihak ketiga yang wajib — Makefile pun jarang dibutuhkan. Satu perintah go menutup seluruh siklus: tulis, format, uji, bangun, pasang.
Coba contoh kode
$ go run main.go # jalankan cepat, tanpa berkas hasil
$ go build # bangun binary proyek aktif
$ go test ./... # uji semua paket
$ go fmt ./... # format semua berkas
$ go vet ./... # periksa pola mencurigakan
$ go doc fmt.Println # baca dokumentasi
$ go help # bantuan semua subperintahgo run mengompilasi ke folder sementara lalu langsung mengeksekusi — pas untuk iterasi cepat. go build meninggalkan berkas executable bernama sesuai modul. Pola ./... berarti "paket ini dan semua subfoldernya", sangat berguna saat proyek membesar.
go build lintas platform
$ GOOS=linux GOARCH=amd64 go build -o app-linux
$ GOOS=windows GOARCH=amd64 go build -o app.exe
$ GOOS=darwin GOARCH=arm64 go build -o app-macGo bisa mengompilasi untuk sistem lain dari komputermu sendiri — cukup set GOOS dan GOARCH. Inilah kenapa mendistribusikan program Go ke banyak platform terasa mudah: satu perintah per target, hasilnya binary mandiri tanpa runtime terpisah.