Mengenal JavaScript
Sejarah singkat, let vs const vs var, dan console.
Pahami konsepnya
JavaScript diciptakan Brendan Eich di Netscast tahun 1995 — dalam 10 hari. Awalnya bernama Mocha lalu LiveScript sebelum menjadi JavaScript. Hari ini ia satu-satunya bahasa yang berjalan native di semua browser, dan dengan Node.js ia juga berjalan di server, desktop (Electron), dan bahkan IoT.
Tiga cara mendeklarasikan variabel: let untuk nilai yang bisa berubah, const untuk nilai tetap (wajib diisi langsung), dan var — warisan lama yang scope-nya function-level dan punya quirk hoisting. Aturan praktis: selalu pakai const kecuali memang perlu re-assign; gunakan let untuk penghitung dan akumulator; hindari var.
console.log() adalah teman debugging terdekat: cetak apa pun ke console browser atau terminal. Ada juga console.table() untuk array of object, console.warn() untuk peringatan, dan console.error() untuk error. Di Judge0 editor, console.log keluar sebagai stdout.
Coba contoh kode
const nama = "Ari"; // tidak bisa re-assign
let poin = 0; // bisa
poin += 10;
console.log(`${nama} punya ${poin} poin`);
console.log(typeof nama, typeof poin); // string numberconst tidak berarti "beku" — objek const masih bisa dimodifikasi propertinya; const hanya mencegah re-assignment variabel itu sendiri. typeof mengembalikan string nama tipe.
Latihan singkat
Uji: cetak `Halo, JavaScript!` lalu `Siap belajar!`.