List
Susun daftar berurutan dan tak berurutan dengan ol dan ul.
Pahami konsepnya
Daftar (list) menyajikan data berurutan ke bawah dan hadir dalam dua rasa. Ordered list <ol> memberi nomor pada tiap butirnya — cocok untuk langkah yang urutannya penting, seperti resep atau prosedur. Unordered list <ul> menandai butir dengan bulatan — cocok untuk kumpulan yang urutannya bebas, seperti daftar belanja.
Keduanya memakai tag yang sama untuk isiannya: <li> (list item). Satu li berisi satu butir; menaruh teks langsung di dalam ol atau ul tanpa li adalah kesalahan yang membuat struktur kacau. Browser merapikan penomoran dan bullet secara otomatis — kamu hanya menulis isinya.
Daftar bisa bersarang: letakkan ul atau ol baru di dalam sebuah li untuk membuat sub-daftar. Struktur inilah kerangka asli menu navigasi website — diberi sentuhan CSS, sebuah ul berubah menjadi menu horizontal atau dropdown.
Coba contoh kode
<h3>Langkah memasak mie</h3>
<ol>
<li>Didihkan air</li>
<li>Masukkan mie</li>
<li>Tiriskan dan bumbui</li>
</ol>
<h3>Belanja bulanan</h3>
<ul>
<li>Beras</li>
<li>Minyak goreng</li>
<li>Kopi</li>
</ul>ol menomori 1-2-3 dengan sendirinya, ul memunculkan bullet pada tiap li. Ganti urutan langkah di ol dan penomoran ikut menyesuaikan tanpa perlu menyunting angka manual — keunggulan kecil yang sangat terasa pada daftar panjang.
Daftar bersarang
<ul>
<li>Front-end
<ul>
<li>HTML</li>
<li>CSS</li>
<li>JavaScript</li>
</ul>
</li>
<li>Back-end</li>
</ul>Sub-daftar menempel DI DALAM li induknya, bukan setelahnya — perhatikan penutup </li> berada setelah sub-ul selesai. Kesalahan umum pemula justru meletakkan ul di luar li sehingga tingkatan tersasar.
Latihan singkat
Buat daftar bernomor rencana harianmu dengan satu sub-daftar tak bernomor di dalamnya, lalu tukar posisi dua butir utama dan amati penomorannya.