Position CSS
Static, relative, fixed, dan absolute beserta kegunaannya.
Pahami konsepnya
Properti position menentukan bagaimana elemen ditempatkan, dan empat nilainya membentuk tangga kendali. static adalah bawaan: elemen mengalir normal mengikuti dokumen. relative memindahkan elemen relatif terhadap posisi normalnya — offset top/right/bottom/left menggesernya tanpa mengusik unsur lain, yang tetap menghormati tempat asalnya.
fixed melepaskan elemen dari gulungan halaman: diposisikan terhadap jendela browser dan tetap di tempatnya selama halaman digulir — navbar atas yang selalu terlihat dan tombol "kembali ke atas" adalah penghuni tetap pola ini. absolute menempatkan elemen pada titik tepat di dalam leluhur terdekat yang ber-position (biasanya relative) — elemen lain tidak lagi menyisakan ruang baginya, sehingga ia bisa menumpuk di atas apa pun; inilah dasar dropdown, tooltip, dan badge notifikasi.
Kuncinya satu kalimat: offset top/right/bottom/left hanya bekerja setelah position diatur pada elemen itu. Tanpa position, keempat properti itu diam seribu bahasa.
Coba contoh kode
.navbar {
position: fixed;
top: 0; left: 0; right: 0;
background: #1c2833;
padding: 12px 20px;
}
.kartu { position: relative; }
.badge {
position: absolute;
top: -8px; right: -8px;
background: #e74c3c;
color: #fff;
border-radius: 50%;
padding: 4px 8px;
font-size: 12px;
}Trio kegunaan nyata: navbar fixed menempel di atas layar berapa pun halaman digulir; .kartu diberi relative semata agar menjadi "pasangan" koordinat; .badge absolute menempel di pojok kartu itu (negatif -8px menjorok keluar sedikit) — resep notifikasi merah yang familar.
Latihan singkat
Buat kartu relative dengan badge absolute di pojoknya, lalu navbar fixed yang tetap terlihat saat halaman digulir.