Git untuk Pemula: Alur Commit, Branch, dan Merge

Developer Tools·2 mnt baca
Sampul artikel alur Git untuk pemula
Daftar Isi
  1. Mulai dari status
  2. Simpan satu perubahan yang jelas
  3. Kerjakan fitur di branch
  4. Jika ada konflik
  5. Kebiasaan yang membantu

Git mencatat perubahan berkas dari waktu ke waktu. Dengan riwayat yang rapi, kamu bisa melihat apa yang berubah, kembali ke versi sebelumnya, dan mengerjakan fitur di branch terpisah.

Mulai dari status

Di dalam folder proyek yang sudah memakai Git, jalankan:

git status
git diff

git status menunjukkan berkas yang berubah. git diff menunjukkan perubahan yang belum dimasukkan ke staging area. Biasakan memeriksanya sebelum commit agar tidak menyertakan berkas sementara atau rahasia.

Simpan satu perubahan yang jelas

Misalnya kamu memperbaiki navigasi. Tambahkan hanya berkas yang terkait, periksa lagi, lalu commit:

git add src/components/Header.astro
git diff --staged
git commit -m "Perbaiki navigasi mobile"

Commit yang fokus memudahkan orang lain membaca riwayat. Pesan commit sebaiknya menjelaskan hasil perubahan, bukan hanya “update”.

Kerjakan fitur di branch

Branch memungkinkan kamu mengerjakan fitur tanpa mencampurnya dengan pekerjaan di branch utama:

git switch -c fitur/daftar-kursus
# Edit berkas, lalu git add dan git commit.
git switch main
git merge fitur/daftar-kursus

Jika proyek memakai branch utama bernama master atau nama lain, gunakan nama yang memang ada. Perintah merge menggabungkan riwayat branch fitur ke branch aktif. Untuk kerja tim, biasanya perubahan diajukan lewat pull request sebelum digabungkan.

Jika ada konflik

Konflik terjadi ketika Git tidak dapat memilih isi yang benar secara otomatis. Buka berkas yang ditandai, putuskan hasil akhirnya, hapus penanda konflik, lalu:

git add path/ke/berkas
git commit

Jangan menghapus penanda konflik tanpa membaca kedua sisi perubahan. Jalankan pemeriksaan atau tes proyek setelahnya.

Kebiasaan yang membantu

  • Jalankan git status sebelum dan sesudah commit.
  • Tambahkan berkas secara selektif; jangan memasukkan .env yang berisi token.
  • Buat commit kecil untuk satu tujuan yang jelas.
  • Tarik perubahan terbaru dan komunikasikan konflik sebelum menggabungkan pekerjaan tim.

Git terasa lebih mudah setelah kamu mempraktikkan satu siklus lengkap: ubah berkas, tinjau diff, commit, buat branch, lalu merge.

Ditulis olehZakki Haris

Menulis materi pemrograman dan artikel teknis di ScriptCrumbs.

Baca Juga

Sampul artikel HTML Semantik dan Aksesibilitas
Web Development

HTML Semantik: Fondasi Website yang Mudah Diakses

Pelajari kapan memakai header, main, nav, article, dan button agar struktur halaman jelas bagi pembaca, pembaca layar, dan mesin pencari.

·2 mnt baca
Sampul artikel perbandingan Flexbox dan CSS Grid
Web Development

Flexbox vs Grid: Kapan Memakai Masing-Masing?

Bingung memilih Flexbox atau CSS Grid? Lihat perbedaan cara kerja, contoh layout navigasi dan kartu, serta aturan praktis untuk proyek web.

·1 mnt baca
Sampul artikel JavaScript DOM dari Nol
Pemrograman

JavaScript DOM dari Nol: Bikin Halaman Interaktif

Kenali DOM lewat contoh tombol penghitung sederhana. Pelajari memilih elemen, menangani klik, memperbarui teks, dan menghindari kesalahan umum.

·1 mnt baca